Anak-anak Belajar Terbuka Di Karsog, Gedung Tidak Dibangun Selama Dua Tahun
Mandi

Anak-anak Belajar Terbuka Di Karsog, Gedung Tidak Dibangun Selama Dua Tahun

mendengar berita

Karsog (Mandi). Pembangunan gedung SD Sarkol Sub Bagian Karsog sudah dua tahun tidak tuntas. Alam adalah bahwa siswa harus mengadakan kelas di tempat terbuka. Karena kondisi bangunan yang bobrok, maka pada tahun 2019 dinyatakan tidak aman.
Setelah itu Dinas Pendidikan melakukan peletakan pondasi gedung baru pada Februari 2020, namun sudah dua tahun siswa belum bisa mendapatkan gedung sekolah yang baru. Kelas tidak diadakan selama Kovid, namun pembangunannya belum selesai. Selama dua tahun sampai sekarang hanya lensa berbohong.
Pemerintah telah menghabiskan 6,30 lakh untuk ini. Tidak ada yang merawat anak-anak kecil. 40 anak dari kelas I sampai V datang ke sekolah, sedangkan 10 anak sedang belajar di TK, KG yang belum masuk sekolah.

Orang tua bertemu SDM, mencari laporan dalam dua hari
Tanggung jawab membentuk masa depan 50 anak hanya ada pada satu guru. Warga berkeliling ke kantor Diknas Blok Karsog untuk menyelesaikan pembangunan gedung yang belum selesai itu. Publik mengangkat masalah tersebut dengan SDM Karsog. SDM Sunny Sharma juga sudah meminta laporan dalam dua hari dengan memberikan instruksi kepada Diknas Blok untuk mengusut keseriusan masalah tersebut.

Bangunan sekolah itu tergeletak tidak lengkap selama dua tahun. Anak-anak dipaksa untuk belajar di alam terbuka dengan duduk di luar di bawah terik matahari dan dingin. Pengerjaan gedung sekolah harus segera diselesaikan agar anak-anak tidak mengalami kesulitan.
-Hariman, Kepala SMC

Telah diterima pengaduan tentang Sekolah Dasar Negeri Sarkol. Menurut warga desa, pembangunan gedung sekolah sudah lama tertunda. Karena itu anak-anak harus duduk di luar. Petugas Pendidikan Dasar Blok telah diinstruksikan untuk menyelidiki masalah ini dan mengirimkan laporannya dalam dua hari.
-Sunny Sharma, SDM Karsog

Karsog (Mandi). Pembangunan gedung SD Sarkol Sub Bagian Karsog sudah dua tahun tidak tuntas. Alam adalah bahwa siswa harus mengadakan kelas di tempat terbuka. Karena kondisi bangunan yang bobrok, maka pada tahun 2019 dinyatakan tidak aman.

Setelah itu Dinas Pendidikan melakukan peletakan pondasi gedung baru pada Februari 2020, namun sudah dua tahun siswa belum bisa mendapatkan gedung sekolah yang baru. Kelas tidak diadakan selama Kovid, namun pembangunannya belum selesai. Selama dua tahun sampai sekarang hanya lensa berbohong.

Pemerintah telah menghabiskan 6,30 lakh untuk ini. Tidak ada yang merawat anak-anak kecil. 40 anak dari kelas I sampai V datang ke sekolah, sedangkan 10 anak sedang belajar di TK, KG yang belum masuk sekolah.



Orang tua bertemu SDM, mencari laporan dalam dua hari

Tanggung jawab membentuk masa depan 50 anak hanya ada pada satu guru. Warga berkeliling ke kantor Diknas Blok Karsog untuk menyelesaikan pembangunan gedung yang belum selesai itu. Publik mengangkat masalah tersebut dengan SDM Karsog. SDM Sunny Sharma juga sudah meminta laporan dalam dua hari dengan memberikan instruksi kepada Diknas Blok untuk mengusut keseriusan masalah tersebut.



Bangunan sekolah itu tergeletak tidak lengkap selama dua tahun. Anak-anak dipaksa untuk belajar di alam terbuka dengan duduk di luar di bawah terik matahari dan dingin. Pengerjaan gedung sekolah harus segera diselesaikan agar anak-anak tidak mengalami kesulitan.

-Hariman, Kepala SMC



Telah diterima pengaduan tentang Sekolah Dasar Negeri Sarkol. Menurut warga desa, pembangunan gedung sekolah sudah lama tertunda. Karena itu anak-anak harus duduk di luar. Petugas Pendidikan Dasar Blok telah diinstruksikan untuk menyelidiki masalah ini dan mengirimkan laporannya dalam dua hari.

-Sunny Sharma, SDM Karsog

Posted By : keluaran hk hari ini 2021